Senin, 05 Maret 2012

supersemar

Jakarta, Indowarta
Tiga Tuntutan Rakyat atau Tritura kembali diusung gerakan pemuda dalam menyuarakan aspirasinya. Tiga tuntutan itu yaitu turunkan harga, tangkap koruptor dan turunkan SBY-Boediono. Momentum Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) dipilih untuk mengembalikan tonggak kebenaran.
Ketua Umum LMND, Lamen Hendra Syahputra menjelaskan kelompok-kelompok pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda untuk Revolusi Indonesia (GPRI), bertekad menjadikan Tritura sebagai pemersatu kelompok gerakan dalam melawan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.
“Kita akan terus menyuarakan Tritura ini dimanapun dan kapanpun, di kampus-kampus ataupun di kampung-kampung,”  ujar Lamen kepada Indowarta.
Dikatakan Lamen, momen terdekat yang dapat dimanfaatkan yaitu peristiwa peralihan pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto yang dikenal dengan peristiwa Supersemar. Saat ini sejumlah elemen pemuda terus melakukan konsolidasi untuk mematangkan rencana tersebut.
“Situasi saat ini, tidak jauh beda dengan waktu itu, dimana harga barang tinggi, rakyat menderita, pengangguran terus meningkat. Saat ini, SBY sebagai Presiden hanya pintar berwacana tapi nol dalam prakteknya. SBY hanya bersolek, mementingkan pencitraan dan berkamuflase dihadapan rakyatnya;” cetus Lamen.
Alumni Unila Lampung ini menegaskan, sejak SBY memimpin hingga saat ini, peran negara tidak terlihat sama sekali. Presiden hanya berperan sebagai pemimpin negara, tetapi sayangnya banyak melakukan kebohongan, seperti yang pernah diungkapkan para tokoh lintas agama.
“Kemiskinan meningkat, perekonomian masyarakat memburuk, pengangguran bertambah banyak, tetapi pemerintah memanipulasi fakta tersebut dengan manipulasi angka-angka melalui akrobat statistic. Ini namanya bohong,” tambahnya.
“Oleh karena itu, kami menyerukan kepada seluruh rakyat baik generasi tua maupun muda, mari kita bersatu untuk menuntut Tritura yaitu turunkan harga barang, BBM dan biaya pendidikan yang sudah mencekik, kedua; tangkap para koruptor; dan ketiga, SBY-Boediono turun,” pungkasnya.
GPRI adalah gerakan gabungan dari organisasi-organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Jabodetabek, seperti Front Muda, Petisi 28, FAM UI, FAM Usakti, FAM UMT, SP PLN, GAPURA, FPPI, STHI, Guntur 49, PANDA FIB UI, UNIAT, Kuasa Rakyat, FAM Al Azhar, REPDEM, LMND, Senat UKI, JAPRA, JAMPER, KIPP/SAKTI, SDI, Komunitas Kretek, CGM, PRD, FAM Banten, Permahi Bogor, FMR, BEM UNPAK, KPAB, STN, Front Jak, KNPB, FKTMN dan GONAS. (Imam/marsel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar